Prosesi acara perayaan maulid Nabi Muhammad SAW di Pesantren Ilmu Al-Quran (PIQ), Singosari Malang berlangsung sangat meriah. Pada sabtu 3 januari 2015 sekitar pukul 06.30 tampak para santri berduyun-duyun berangkat ke pesantren Ribath al-Murtadlo di jalan Tumapel gang 3 yang juga merupakan kediaman K.H.M. Luthfi Basori, putra dari K.H. Basori Alwi, pengasuh PIQ.

Acara maulid ini juga diikuti oleh para santri dari pesantren lain yang ada di Singosari, diantaranya pesantren Hidayatul Qu’ran, asuhan Ustadz Ali Fikri yang merupakan alumni PIQ, beberapa alumni, warga sekitar dan juga para Habaib.

Perayaan maulid Nabi ini dimulai sekitar pukul 08.30 dengan pembacaan tahlil yang di pimpin oleh para Habaib. Seluruh santri dan para hadirin lainnya tampak begitu khidmat mengikuti pembacaan tahlil ini. Setelah itu acara dilanjutkan dengan mengarak para habaib dari pesantren Ribath menuju PIQ kampus 2. Arak-arakan berlangsung sangat meriah. Lantunan sholawat seakan memecah suasana pagi kota Singosari yang diselimuti mendung.

Barisan peserta arak-arakan memenuhi ruas jalan Tumapel dan membentang sepanjang kurang lebih 50 m. Dalam iringan arak-arakan ini terdapat beberapa kelompok yang memiliki tugasnya masing-masing. Diantaranya para penabuh terbang yang dibawakan oleh tim Atbaul Makin dan beberapa vokalis yang di pimpin oleh Ust. H. Yasin Wasiat, Ust. Ihsan, Ust. Mukhlisin, dan beberapa santri lain sebagai backing vocal, mereka bertugas melantunkan sholawat selama arak-arakan berlangsung. Yang unik dalam prosesi ini para penerbang dan vokalis ini bejalan mundur sepanjang jalan yang dilalui oleh peserta arak-arakan. Namun hal ini ternyata tidak membuat mereka kesulitan dalam menjalankan tugasnya. Dengan lihainya kedua tim ini menyatu padukan tabuhan terbangan dan lantunan sholawat, ditambah dengan konsentrasi yang tinggi karena mereka harus berjalan mundur.

Arak-arakan menjadi tambah ramai ketika para warga di sepanjang jalan Tumapel beramai-ramai untuk menyaksikan arak-arakan ini. Terlihat pula beberapa warga yang berusaha mengabadikan momen ini dengan merekam dan mengambil foto walaupun hanya menggunakan kamera telefon ganggam. Antusias para warga terhadap acara ini juga tampak begitu tinggi, mereka mengajak anak- anak mereka untuk menyaksikan arak-arakan ini. Semuanya tampak ikut bersholawat kepada baginda nabi Muhammad SAW.

Di sisi lain terdapat pula tim yang bertugas mengibarkan bendera berukuran besar yang bertuliskan lafadz Allah SWT dan Muhammad SAW di sekeliling barisan arak-arakan, juga bendara-bendera kecil yang berwarna-warni. Hal ini menambah kemeriahan dalam arak-arakan ini.

Sejenak sempat terjadi kemacetan kecil di jalan raya utama singosari ketika iringan arak-arakan menyeberang dari jalan Tumapel menuju kampus 2 PIQ. Setelah rombongan arak-arakan menyabrang barisan dapan memecah menjadi dua untuk memberikan jalan kepada para Habaib untuk masuk ke aula utama yang baru kemudian diikuti oleh para tamu dan para santri.

Di dalam aula ternyata telah terdapat pula beberapa santri yang tergabung dalam tim sholawat Syafaatul Qur’an yang dipimpin oleh Ust. Sholihin. Mereka bertugas menyambut para habaib dan rombongan arak-arakan dengan melantunkan qosidah-qosidah.

Setelah semuanya menempati aula utama, acara dilanjutkan dengan pembacaan maulid Simtud Duror yang juga dipimpin oleh pera Habaib. Pembacaan maulid sempat terhenti sejenak ketika pengasuh PIQ, K.H.M. Basori Alwi hadir di tengah majelis. Demi menghormati kehadiran beliau, para Habaib menyempatkan bersama-sama untuk membacakan surat al-Fatihah khusus untuk beliau agar diberi kesembuhan dan kesehatan. Kemudian pembacaan maulid di lanjutkan kembali. Seluruh hadirin mengikuti pembacaan maulid ini dengan penuh khusyuk, terutama ketika Mahallul Qiyam. Gemuruh sholawat menjadikan suasana semakin khidmat. Suara Habaib dan seluruh hadirin bergema memuji Rasulullah dengan diiringi tabuhan terbang yang rancak.

Seusai pembacaan Simtud Duror acara dilanjutkan dengan sambutan singkat oleh K.H.M. Luthfi Basori yang kemudian dilanjutkan dengan acara inti yakni Mauidloh Hasanah oleh habib Hamid Naquib bin Syaikh Abu Bakar dari Jakarta. Beliau menyampaikan kisah-kisah Rasulullah SAW dengan lugas. Seluruh hadirin-pun menyemak apa yang disampaikan oleh beliau dengan penuh khidmat. Setelah sekitar satu jam beliau memberikan Mau’idoh, acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan do’a yang dibacakan oleh K.H.M. Basori Alwi.

Sebagai penutup acara, seluruh hadirin disuguhkan dengan jamuan makan siang. Para habaib khususnya dan tamu-tamu undangan dipersilahkan terlabih dahulu untuk pindah ke kampus 1 yang berada di sebelah utara. Sedangkan para santri dan alumni tetap berada di aula utama PIQ 2 untuk melaksanakan sholat dhuhur berjama’ah terlebih dahulu sebelum menyantap hidangan. (firman)

Tinggalkan Balasan